Jumat, 06 September 2019

Agus Mulyana Terpilih The Most Committed GRC Leader 2019

Sumber: google.com

Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Pola manajemen risiko yang di terapkan bank BJB selama ini terbukti berhasil memberikan rasa yang aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan.

Bak menggali untuk menutup lubang, tanpa risiko yang terkelola dengan baik, penetrasi usaha yang dilakukan tak akan menjadi apa-apa. Bank BJB menyadari betul signifikansi yang dimainkan pengelolaan risiko usaha ini

Bank BJB sendiri sudah mendapatkan perhargaan TOP GRC 2019. Diatas pimpinan Agus Mulyana, bank BJB dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik.

Bank BJB menyadari betul secara signifikansi yang akan dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Agus Mulyana menyetujui fungsi dari pengelolaan risiko usaha ini yakni untuk membangun dasar aalisus yang kuat sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan pernankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahgan mendorong ekspansi keuntungan pada level yang optimal.

Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Bank BJB menyabet gelar TO GRC 2019 karena dinilai memiliki infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik, karena kemenangan juara tersebut diamil dari tiga aspek yaitu sistem infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan. GRC Leader 2019 dalam ajang ini.

Tak hanya itu Agus Mulyana juga sukses menyabet sebutan The Most Committed.

"bank BJB menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank BJB, M. As'adi Budiman.




Sumber: ayobandung.com

Setelah Memberhentikan Ahmad Irfan, Agus Mulyana Diangkat Menjadi Plt Dirut BJB


Sumber: google.com
Agus Mulyana, pria kelahiran bandung pada tahun 1964, sebelumnya Agus Mulyana sempat menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014-2015, dan Pimimpin Kantor Wilayah III Bank BJB sepanjang tahun 2013-2014

Agus Mulyana ditunjuk menjadi seorang pelaksana tugas (plt) untuk menggantikan Ahmad Irfan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Untuk meningkatkan penetrasi kerdit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) calon dirut baru juga menjalankan visi baru perseroan sebagai agen pembangunan daerah.

Dalam agenda tersebut perubahan pengurus Perseroan yakni memberhentikannya Agus Gunawan yang merupakan Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang telah wafat pada 9 November 2018.

Selain Agus Mulyana, pemegang saham yang lain juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Komisaris Utama Independen Bank BJB Klemi dan juga Komisaris Independen Bank BJB Rudhyanto Mooduto dan Suwarta.

Adapun pengurus lainnya yang tak mengalami perubahan seperti Nia Kania sebagai Direktur Keuangan, Fermiyanti sebagai Direktur Operasional, Muhadi sebagai Komisaris Bank BJB  dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen Perseroan.

“Mendapat mandate RUPS merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memerbaiki jika ada kekurangan,” kata Agus Mulyana.

Agus Mulyana menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB sejak Mei 2015.




Sumber: infobanknews.com

Kamis, 21 Maret 2019

Anggota Keluarga Terduga Teroris Di Klaten Tidak Ikut Jejak Teroris

Sumber: Google

Keluarga terduga teroris berinisial Y alias Khodijah asal Klaten, Jawa Tengah tidak mengikuti jejaknya menjadi seorag radikal sehingga perempuan itu memilih untuk meninggalkan anggota keluarganya.

"Tidak ada (yang radikal), makanya karena suami dan anaknya itu tidak mengikuti apa yang dikehendaki, dia meninggalkan suaminya mau nikah sama AH," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Y yang tewas karena bunuh diri dengan meminum berbagai macam bahan kimia keras saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, sedianya akan dinikahi terduga teroris Sibolga Husain alias Abu Hamzah, meskipun kini masih bersuami sah.

Khadijah, ujar Dedi prasetyo, sudah menggadaikan rumah dan tanahnya serta mendapat Rp5 juta untuk bertemu terduga teroris yang ditangkap di Lampung berinisial R alias Putra Syuhada.

Saat Y bertemu Putra Syuhada di Lampung, uang sebesar Rp3 juta dikirimkan ke Sibolga agar membeli alat-alat untuk tindakan amaliah.

Namun, Khadijah sudah kembali ke Klaten setelah mengetahui jaringan Sibolga ditangkap oleh Tim Densus Antiteror Polri.

Selain itu, ia berencana hasil penjualan rumah dan tanah akan digunakan untuk membeli sebuah mobil untuk dirakit menjadi sebuah bom mobil.

Sebelumnya, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi sudah meminta masyarakat di lingkungan tempat tinggal keluarga terduga teroris Y di Klaten untuk tidak mengucilkan keluarga itu.

"Harapan saya Desa Joton tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh Y. Jangan resah dan jangan mengucilkan keluarga yang bersangkutan, apalagi Y ini sejak lulus SMA sudah meninggalkan daerah itu," pungkasnya.



Sumber: akurat.co

Terjadi Kebakaran Lahan Gambut Di Singkawang

Sumber: Google
Seluas 35 hektare lahan gambut  yang terletak di Jalan Marhaban, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, terbakar hebat dan mengeluarkan asap di daerah tersebut.

"Karena luasnya, sampai saat ini kita masih berupaya untuk memadamkan apinya. Kebakaran ini sudah terjadi sejak Rabu kemarin dan kita terus berupaya memadamkannya di mana kami melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD," kata Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin di Singkawang, Jumat (22/3/2019).

Dia menjelaskan, kalua lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi tanaman resam, pakis dan akasia. "Luas lahan yang terbakar sekitar 35 Hektare, namun yang berhasil dipadamkan baru sekitar 0,8 Hektare dan pada hari ini akan terus dilakukan pemadaman lanjutan," tuturnya.

Menurutnya, lahan yang terbakar itu adalah akan milik masyarakat sekitar dan masih belum diketahui apa penyebab kebakaran.

Untuk personel yang dikerahkan dalam melakukan pemadaman, antara lain, 10 orang dari Manggala Agni Daops Singkawang, Camat Singkawang Selatan, Danramil 1020/04 dan empat Anggota Koramil Sedau, Kapolsek SingkawangSelatan beserta anggota sebanyak 11 personel.



Sumber: akurat.co

Sekitar Ada 11.156 Orang Pengungsi Banjir Sentani

Sumber: Google

Polda Papua sudah mengungkapkan, jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Kamis (21/3/2019) malam mencapai 11.156 orang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal telah mengungkapkan bahwa pengungsi sebanyak itu sudah tersebar luas di sejumlah  lokasi pengungsian di Kabupaten Jayapura.

Sejumlah titik pengungsian itu antara lain, di Kompleks BTN Bintang Timur 600 orang, Komplkes BTN Gajah mada 1.450 orang, Kompleks Doyo Baru tepatnya di Gereja Advent 153 orang, Kompleks Doyo Lama 1.373 orang, di Kompleks HIS 600 orang, Kompleks Sil 1.000 orang, Kompleks Gunung Merah 1.453 orang, di Kompleks Permata Hijau 120 orang, Kompleks Asrama Himles 50 orang,  di Panti Jompo 23 orang.

Selain itu, di Rindam 220 orang, Kampung Netar 43 orang, Kompi D 108 orang, Puspenka 200 orang, Yayasan Abdi Nusantara 900 orang, dI Kerto Sari 182 orang, Sabron Yaro 45 orang, di BTN Efata 121 orang, Pasar Baru 250 orang,  Gereja Soar pasar lama 69 orang, BTN Sosial 150 orang, Gereja Yahim 170 orang, Kehiran 300 orang, Toladan 111 orang, Stikes 150 orang, di Belakang Balai Desa Advent 75 orang,  Posko Pengungsian Bas Youwe 25 orang,  Posko pengungsian Puspenka Hawai 1.215 orang.

"Ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir," ujarnya.

Ia juga mencatat, sekitar 375 rumah rusak berat, empat jembatan pun rusat berat, empat bangunan ibadah rusak berat, delapan sekolah rusak berat dan sebanyak 104 rumah toko juga tak luput kena banjir dan rusak berat.

Sementara mengenai nilai kerugian material, Kamal mengaku belum melakukan penghitungan karena masih fokus dalam pencarian, evakuasi dan penanganan penyembuhan trauma pascabanjir bandang kepada para pengungsi.




Sumber: akurat.co

Seorang Saksi Kunci Pencurian Dana Bos Sedang Dicari Polisi

Sumber: Google

Polisi masih mencari-cari seorang saksi kunci dalam kasus pencurian uang tunai sebesar Rp. 111 juta dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri III Harapan Baru III, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Bahrudin menyatakankan, bahwa saksi dalam kasus itu terbilang minim. Pasalnya, beberapa saksi yang sudah diperiksa tidak melihat dengan jelas kejadian tersebut.

"Ada saksi kunci yakni pengendara ojek online (ojol), dia melihat pelaku ketika kabur usai mengambil tas berisi uang itu," kata Bahrudin, Kamis (21/3).

Menurutnya, pengemudi ojol itu sempat sesekali berteriak dan memberitahu korban, Rita ketika tasnya diambil oleh seorang pencuri dari dalam mobil. Sebab ketika itu, korban tengah berada bersama tukang tambal ban untuk menanyakan kondisi kendaraannya yang kempes.

"Sampai skarang kita belum tahu ojek itu siapa," tuturnya.

Diketahui, hingga kini Polsek Bekasi Utara telah memeriksa dua orang saksi. Keduanya merupakan, rekan korban yang saat itu berada dalam satu mobil, dan tukang tambal ban.




Sumber: akurat.co

18 Korban Banjir Sentani Sudah Berhasil Diidentifikasi

Sumber: Google
Kepolisian daerah (Polda) Papua sudah mengumumkan 18 nama korban dari banjir bandang Sentani yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI di RS Bahayangkara, Kota Jayapura, Kamis (21/3/2019).

Sehari sebelumnya, Polda Papua sudah umumkan sekitar 43 nama korban banjir bandang yang telah berhasil diidentifikasi dan diambil oleh keluarga atau wali.

"Hari ini ada 18 nama lagi yang kami umumkan, yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI," kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon A, Kamis (21/3/2019).

Adapun ke-18 nama tersebut adalah,Yafet Yom, Yosepin Monim, Ningsih M. Suebu, Kristina Monim, Arlyn Meyerary, Lamek Monim, Yubelina Malo, Medinus Wenda, Bocis Wisal, Risma Handayani Supardi, Rambo Wanimbo, Ance Kogoya, Yahya kasipdana, Yerison Kogoya, Brian Natanael Sokoy, Mulin Enembe, Melati Kea, Serly Pahabol.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menjelaskan kalau jenazah yang berhasil ditemukan hingga hari kelima pascabanjir bandang pada Sabtu pekan lalu sebanyak 105, sebagaimana keterangan dari posko induk bencana di Sentani, kompleks perkantoran Bupati Jayapura.

"Akan tetapi jenazah yang masuk atau dievakuasi ke RS Bhayangkara hanya sebanyak 90 kantong. Jenazah sisanya ada yang sudah langsung dikuburkan oleh keluarga atau kerabat. Jadi jika 43 nama dan 18 nama yang sudah berhasil diidentifikasi itu totalnya 61 jenazah," katanya menerangkan.

Dari total 90 jenazah yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kamal kembali menjelaskan bahwa baru 61 korban yang berhasil diidentifikasi, sisanya 29 belum teridentifikasi.


"Ke-29 jenazah ini masih dilakukan proses identifikasi. Kalau jumlah total orang yang dilaporkan hilang di posko induk bencana tersisa 94 orang, dari sebelumnya mencapai ratusan. Ini karena ada yang sudah ditemukan dan berhasil diidentifikasi," pungkasnya.



Sumber: akurat.co