Kamis, 21 Maret 2019

Anggota Keluarga Terduga Teroris Di Klaten Tidak Ikut Jejak Teroris

Sumber: Google

Keluarga terduga teroris berinisial Y alias Khodijah asal Klaten, Jawa Tengah tidak mengikuti jejaknya menjadi seorag radikal sehingga perempuan itu memilih untuk meninggalkan anggota keluarganya.

"Tidak ada (yang radikal), makanya karena suami dan anaknya itu tidak mengikuti apa yang dikehendaki, dia meninggalkan suaminya mau nikah sama AH," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Y yang tewas karena bunuh diri dengan meminum berbagai macam bahan kimia keras saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, sedianya akan dinikahi terduga teroris Sibolga Husain alias Abu Hamzah, meskipun kini masih bersuami sah.

Khadijah, ujar Dedi prasetyo, sudah menggadaikan rumah dan tanahnya serta mendapat Rp5 juta untuk bertemu terduga teroris yang ditangkap di Lampung berinisial R alias Putra Syuhada.

Saat Y bertemu Putra Syuhada di Lampung, uang sebesar Rp3 juta dikirimkan ke Sibolga agar membeli alat-alat untuk tindakan amaliah.

Namun, Khadijah sudah kembali ke Klaten setelah mengetahui jaringan Sibolga ditangkap oleh Tim Densus Antiteror Polri.

Selain itu, ia berencana hasil penjualan rumah dan tanah akan digunakan untuk membeli sebuah mobil untuk dirakit menjadi sebuah bom mobil.

Sebelumnya, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi sudah meminta masyarakat di lingkungan tempat tinggal keluarga terduga teroris Y di Klaten untuk tidak mengucilkan keluarga itu.

"Harapan saya Desa Joton tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh Y. Jangan resah dan jangan mengucilkan keluarga yang bersangkutan, apalagi Y ini sejak lulus SMA sudah meninggalkan daerah itu," pungkasnya.



Sumber: akurat.co

Terjadi Kebakaran Lahan Gambut Di Singkawang

Sumber: Google
Seluas 35 hektare lahan gambut  yang terletak di Jalan Marhaban, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, terbakar hebat dan mengeluarkan asap di daerah tersebut.

"Karena luasnya, sampai saat ini kita masih berupaya untuk memadamkan apinya. Kebakaran ini sudah terjadi sejak Rabu kemarin dan kita terus berupaya memadamkannya di mana kami melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD," kata Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin di Singkawang, Jumat (22/3/2019).

Dia menjelaskan, kalua lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi tanaman resam, pakis dan akasia. "Luas lahan yang terbakar sekitar 35 Hektare, namun yang berhasil dipadamkan baru sekitar 0,8 Hektare dan pada hari ini akan terus dilakukan pemadaman lanjutan," tuturnya.

Menurutnya, lahan yang terbakar itu adalah akan milik masyarakat sekitar dan masih belum diketahui apa penyebab kebakaran.

Untuk personel yang dikerahkan dalam melakukan pemadaman, antara lain, 10 orang dari Manggala Agni Daops Singkawang, Camat Singkawang Selatan, Danramil 1020/04 dan empat Anggota Koramil Sedau, Kapolsek SingkawangSelatan beserta anggota sebanyak 11 personel.



Sumber: akurat.co

Sekitar Ada 11.156 Orang Pengungsi Banjir Sentani

Sumber: Google

Polda Papua sudah mengungkapkan, jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Kamis (21/3/2019) malam mencapai 11.156 orang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal telah mengungkapkan bahwa pengungsi sebanyak itu sudah tersebar luas di sejumlah  lokasi pengungsian di Kabupaten Jayapura.

Sejumlah titik pengungsian itu antara lain, di Kompleks BTN Bintang Timur 600 orang, Komplkes BTN Gajah mada 1.450 orang, Kompleks Doyo Baru tepatnya di Gereja Advent 153 orang, Kompleks Doyo Lama 1.373 orang, di Kompleks HIS 600 orang, Kompleks Sil 1.000 orang, Kompleks Gunung Merah 1.453 orang, di Kompleks Permata Hijau 120 orang, Kompleks Asrama Himles 50 orang,  di Panti Jompo 23 orang.

Selain itu, di Rindam 220 orang, Kampung Netar 43 orang, Kompi D 108 orang, Puspenka 200 orang, Yayasan Abdi Nusantara 900 orang, dI Kerto Sari 182 orang, Sabron Yaro 45 orang, di BTN Efata 121 orang, Pasar Baru 250 orang,  Gereja Soar pasar lama 69 orang, BTN Sosial 150 orang, Gereja Yahim 170 orang, Kehiran 300 orang, Toladan 111 orang, Stikes 150 orang, di Belakang Balai Desa Advent 75 orang,  Posko Pengungsian Bas Youwe 25 orang,  Posko pengungsian Puspenka Hawai 1.215 orang.

"Ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir," ujarnya.

Ia juga mencatat, sekitar 375 rumah rusak berat, empat jembatan pun rusat berat, empat bangunan ibadah rusak berat, delapan sekolah rusak berat dan sebanyak 104 rumah toko juga tak luput kena banjir dan rusak berat.

Sementara mengenai nilai kerugian material, Kamal mengaku belum melakukan penghitungan karena masih fokus dalam pencarian, evakuasi dan penanganan penyembuhan trauma pascabanjir bandang kepada para pengungsi.




Sumber: akurat.co

Seorang Saksi Kunci Pencurian Dana Bos Sedang Dicari Polisi

Sumber: Google

Polisi masih mencari-cari seorang saksi kunci dalam kasus pencurian uang tunai sebesar Rp. 111 juta dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri III Harapan Baru III, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Bahrudin menyatakankan, bahwa saksi dalam kasus itu terbilang minim. Pasalnya, beberapa saksi yang sudah diperiksa tidak melihat dengan jelas kejadian tersebut.

"Ada saksi kunci yakni pengendara ojek online (ojol), dia melihat pelaku ketika kabur usai mengambil tas berisi uang itu," kata Bahrudin, Kamis (21/3).

Menurutnya, pengemudi ojol itu sempat sesekali berteriak dan memberitahu korban, Rita ketika tasnya diambil oleh seorang pencuri dari dalam mobil. Sebab ketika itu, korban tengah berada bersama tukang tambal ban untuk menanyakan kondisi kendaraannya yang kempes.

"Sampai skarang kita belum tahu ojek itu siapa," tuturnya.

Diketahui, hingga kini Polsek Bekasi Utara telah memeriksa dua orang saksi. Keduanya merupakan, rekan korban yang saat itu berada dalam satu mobil, dan tukang tambal ban.




Sumber: akurat.co

18 Korban Banjir Sentani Sudah Berhasil Diidentifikasi

Sumber: Google
Kepolisian daerah (Polda) Papua sudah mengumumkan 18 nama korban dari banjir bandang Sentani yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI di RS Bahayangkara, Kota Jayapura, Kamis (21/3/2019).

Sehari sebelumnya, Polda Papua sudah umumkan sekitar 43 nama korban banjir bandang yang telah berhasil diidentifikasi dan diambil oleh keluarga atau wali.

"Hari ini ada 18 nama lagi yang kami umumkan, yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI," kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon A, Kamis (21/3/2019).

Adapun ke-18 nama tersebut adalah,Yafet Yom, Yosepin Monim, Ningsih M. Suebu, Kristina Monim, Arlyn Meyerary, Lamek Monim, Yubelina Malo, Medinus Wenda, Bocis Wisal, Risma Handayani Supardi, Rambo Wanimbo, Ance Kogoya, Yahya kasipdana, Yerison Kogoya, Brian Natanael Sokoy, Mulin Enembe, Melati Kea, Serly Pahabol.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menjelaskan kalau jenazah yang berhasil ditemukan hingga hari kelima pascabanjir bandang pada Sabtu pekan lalu sebanyak 105, sebagaimana keterangan dari posko induk bencana di Sentani, kompleks perkantoran Bupati Jayapura.

"Akan tetapi jenazah yang masuk atau dievakuasi ke RS Bhayangkara hanya sebanyak 90 kantong. Jenazah sisanya ada yang sudah langsung dikuburkan oleh keluarga atau kerabat. Jadi jika 43 nama dan 18 nama yang sudah berhasil diidentifikasi itu totalnya 61 jenazah," katanya menerangkan.

Dari total 90 jenazah yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kamal kembali menjelaskan bahwa baru 61 korban yang berhasil diidentifikasi, sisanya 29 belum teridentifikasi.


"Ke-29 jenazah ini masih dilakukan proses identifikasi. Kalau jumlah total orang yang dilaporkan hilang di posko induk bencana tersisa 94 orang, dari sebelumnya mencapai ratusan. Ini karena ada yang sudah ditemukan dan berhasil diidentifikasi," pungkasnya.



Sumber: akurat.co

Rabu, 20 Maret 2019

Tanggapan Kominfo Mengenai Filipina Menolak Ekspansi Dari GoJek

Sumber: Google

Langkah ekspansi GoJek di Filipina mengalami hambatan untuk kedua kalinya. Hal ini dikarenakan lembaga transportasi Filipina memutuskan untuk menolak memberikan lisensi kepada startup tersebut. GoJek dinilai masih gagal memenuhi kriteria atas kepemilikan lokal di negara Filipina.

Menanggapi hal tesebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan terus mendorong GoJek agar tetap bisa ekspansi di Filipina.

"Pemerintah terus mendorong unicorn Indonesia mempunyai footprint di internasional. Juga bukan hanya mendorong tapi melakukan upaya-upaya sejauh pemerintah yang bisa dilakukan," kata Rudiantara usai menghadiri Festival Teknologi Palapa Ring di Jakarta, Rabu (20/3).

Salah satu upaya yang dilakukan Rudiantara adalah melobi koleganya di Filipina untuk membantu kelancara perizinan mengenai ekspansi GoJek. Namun demikian, Rudiantara berpesan untuk tetap menghormati aturan atau regulasi yang berlaku di Filipina

"Saya sudah bicara dengan kolega saya di sana tolong bantu ini. Walau kita hormati aturan setempat. Sama dengan orang asing masuk ke Indonesia kan harus menghormati aturan di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, kabar upaya GoJek untuk ekspansi pernah muncul ke publik pada Januari lalu. Permasalahannya pun tetap sama, tentang kepemilikan lokal.

Pasalnya, GoJek masuk melalui proposal yang diajukan perusahaan transportasi Filipina yaitu Velox Technology Philippines. LTFRB kemudian menolak proposal pada 20 Desember 2018.

Dilansir dari Rappler, Rabu (9/1) pihak LTFRB mengatakan, pimpinan komite pra-akreditasi, Semuel Jardin telah mengonfirmasi kalau proposal Velox tersebut telah ditolak. Namun, Jardin pun mempersilakan Velox untuk mengajukan banding atas keputusannya. Keputusan tersebut juga disetujui oleh sang Ketua Regulator, Martin Delgra karena telah mengikuti peraturan konstitusi Filipina.

Adapun peraturan konstitusi tersebut mensyaratkan hanya warga negara Filipina atau perusahaan dengan 60 persen kepemilikan lokal yang bisa mengoperasikan utilitas publik.

Sementara itu, di Filipina sudah ada Grab yang telah mendominasi sebagai perusahaan ride-hailing. Adapun perusahaan ride-hailing lokal yaitu MiCab, Hirna, Hype, Owto, GoLag dan Snappy Cab. Ini artinya, GoJekakan bersaing ketat dengan Grab dan perusahaan lokal Filipina.




Sumber: akurat.co

Benarkah TBC Bisa Disebabkan Karena Rokok?

Sumber: Google

Kita sudah ketahui bersama, bahwa merokok dapat menimbulkan banyak penyakit kronis. Rokok juga sering dinyatakan sebagai salah satu penyebab penyakit tuberculosis (TB). Namun tahukah kamu, bahwa sebenarnya rokok bukanlah penyebab utama seseorang positif mengidap TB?

"Rokok dan TBC itu tidak ada hubungannya. TBC itu kuman, kumannya namanya mycobacterium tuberculosis. Kalau tidak ada kumannya, mau merokok banyak bagaimanapun tidak akan positif TBC," kata dr. Arie Zakaria, Sp. OT, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa, (19/3).

Dirinya juga menegaskan, jadi, bukan karena rokok seseorang bisa jadi TBC. Karena tidak mungkin seseorang akan mengidap TBC, jika tidak ada kuman didalam tubuhnya. Merokok lebih tepatnya dapat meruntuhkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Ini karena merokok dapat merusak rambut-rambut getar di saluran pernapasan, yang membuat sistem imun menurun.

Sedangkan jika sistem imunnya turun pun, maka kuman TBC, yang ada di dalam tubuh akan aktif, dan akhirnya orang tersebut akan positif terkena TBC. Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga kekebalan tubuh, karena pada dasarnya tidak sedikit orang yang pernah terpapar kuman TBC, namun jika kekebalan tubuh Anda terjaga, kuman tersebut tidak akan bereaksi apapun.

"Tetapi yang perlu diwaspadai, orang perokok sering batuk, sama gejalanya kayak orang positif TBC. Jadi kalau sering batuk, dia biasa saja tidak akan berpikir kalau dia TBC. Jadi batuk sembarangan, kuman itu kalau batuk, yang keluar bukan seribu kuman, tetapi sejuta kuman. Apalagi dia bersarang di tempat lembab, jauh dari paparan matahari, bisa bertahan berbulan-bulan, begitu dihirup manusia, maka akan tertular," tutupnya.

So, yang perlu diingat adalah meskipun tidak menjadi pemicu datangnya TBC secara langsung, merokok tetap memiliki peran besar dalam menyebabkan penyakit TBC ya guys. Dan untuk membantu menjaga kekebalan tubuh, Anda bisa melakukan pola hidup sehat seperti tidak begadang, memiliki pola makan yang sehat dengan gizi seimbang, dan tentunya jangan lupa untuk olahraga.



Sumber: akurat.co

Google Melarang Tiongkok Untuk Iklan VPN

Sumber: Google
Tiongkok kini bersikeras tetap dengan pendiriannya untuk menerapkan peraturan yang cukup ketat tentang penggunaan internet di negaranya. Meski sebenarnya dapat diakali dengan penggunaan VPN untuk membobol batasan yang diterapkan, VPN juga dilarang di sana.

Melihat hal tersebut, Google baru-baru ini melarang adanya iklan untuk produk VPN yang menargetkan pengguna di Tiongkok. Perusahaan VPN yang mau beroperasi di negara tersebut diwajibkan untuk menerima otorisasi dari pemerintah Tiongkok.

"Saat ini kebijakan Google Ads untuk melarang mempromosikan layanan VPN di Tiongkok, karena pembatasan hukum setempat," sebut Google, dikutip dari Ubergizmo, Kamis (21/3).

Google telah mengumumkan hal tersebut melalui email yang dikirim ke situs web penyedia berbagai layanan VPN. Raksasa perusahaan teknologi itu juga menambahkan bahwa pihaknya kini tidak akan pernah mengizinkan iklan pencarian untuk versi bahasa Mandarin dari situsnya.

"Tidak ada proses sertifikasi atau persetujuan untuk masalah ini, yang berarti bahwa tidak ada cara lain bagi situs web untuk mendapatkan izin menayangkan iklan tersebut di Tiongkok,' tambah Google.



Sumber: akurat.co

Wah! Ternyata Bedak Tabur Tidaklah Baik Untuk Kesehatan Bayi

Sumber: Google

Bedak tabur bayi merupakan salah satu produk yang paling sering dipakai dalam perawatan si kecil. Banyak juga manfaat yang didapat dari bedak tabur seperti membuat kulit bayi agar tetap kering, halus dan wangi.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 92% bayi Indonesia masih menggunakan bedak tabur bayi setelah mandi, atau saat memakai popok baru.

Tapi banyak juga yang belum tahu, kalua selama ini bedak tabur bayi memiliki risiko yang tak baik untuk kesehatan si kecil. Hal ini dikatakan oleh dr. Attila Dewanti Sp. A(K), dokter anak dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari.

"Bedak tabur bayi itu ada partikel-partikelnya yang kalau dihirup sama bayi lama kelamaan bisa menganggu pernapasan. Akan ada kelenjar lendir, dan kalau tertidur mudah bersin," katanya kepada AkuratParenting, Rabu, (20/3).

Selain itu, menurutnya, lebih bahaya jika anak sejak kecil sudah memiliki alergi.

"Kalau anak yang punya alergi itu lebih bahaya. Lebih mudah terkena alergi bisa merangsang batuk pada anak nantinya, kalau terus digunakan," lanjutnya.

Maka, ia menyarankan agar anak tak diberikan bedak bayi tabur. Beralihlah pada produk berbentuk cairan.

"Dengan penggunaan dalam bentuk cairan, tentu lebih aman. Tidak ada partikel yang masuk ke pernapasan anak," paparnya.




Sumber: akurat.co

Sudah Ditargetkan Jika KA Makassar-Parepare Akan Beroperasi Tahun 2020

Menhub Budi saat meninjau langsung proyek KA lintas Makassar - Parepare di daerah Pekkae Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019). | (dok Kemenhub)

Pembangunan jalur untuk KA Trans Sulawesi terus didesak pembangunannya oleh Kementerian Perhubungan, dan khususnya pada jalur KA Makassar - Parepare.  Jalur KA sepanjang 44 KM sudah ditargetkan selesai pada April 2019 dan akan segera dimulai lagi pembangunan sepanjang 60 KM.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kalua pihaknya sudah menargetkan pembangunan sepanjang 104 km pada akhir 2020 dari total panjang jalur KA Makassar - Parepare sepanjang 145 KM.

"Dengan 104 kilometer ini nanti bersamaan akan kita koneksikan beberapa pabrik semen yang ada di sini dan pada saat itu kita mulai operasikan jadi kira-kira kita mulai beroperasi akhir 2020," ujar Menhub usai meninjau langsung proyek KA lintas Makassar - Parepare di daerah Pekkae Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3) dilansir dari laman resmi Kemenhub.

Ia menuturkan pihaknya akan menargetkan keseluruhan proyek KA Makassar - Parepare sejauh 145 KM selesai pada 2023. Keberadaan KA Trans Sulawesi sendiri menurut Menhub sangat penting.

Menhub menyampaikan jika KA ini beroperasi, akan memberi dampak yang positif bagi arus logistik barang dari dan ke kota Makassar selain juga mobilisasi masyarakat. Menhub menilai dengan diangkut moda transportasi berbasis rel, maka biaya logistik akan lebih ekonomis.

Menhub Budi memperkirakan biaya angkutan logistik melalui jalan raya lebih tinggi 20 - 30 persen dibanding dengan menggunakan kereta api.

“(KA) itu pasti lebih ekonomis dan memastikan jalan raya tetap awet. Ada beberapa pabrik yang akan (dibangun) di sini, jadi untuk logistik ini sangat baik sekali,” ucap Menhub.

Selain dibangun menggunakan dana APBN, pembangunan jalur KA lintas Makassar-Parepare ini rencananya juga akan melibatkan perusahaan swasta melalui skema KPBU. Nantinya swasta akan membangun lintasan baru sepanjang 15 kilometer yang menyambungkan ke beberapa pabrik semen yang ada di daerah Kabupaten Barru senilai Rp1 triliun.



Sumber: akurat.co

Selasa, 19 Maret 2019

Video Hoax Surat Suara Tersebar, Penyebar Video Diamankan Polisi

Sumber: akurat.co

Penyebar Video Hoax surat suara tercoblos 01 yang dilaporkan oleh KPU Sumut dan Medan sudah ditangkap oleh jajaran Subdit V/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Sumut). Pelaku berinisial UR telah diamankan petugas di daerah Jawa Barat.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan telah membenarkan akan hal penangkapan itu. Pelaku diketahui berdomisili di Jabar yang tak lain merupakan tempat tinggalnya.

"Akun yang digunakan tersangka untuk menyebar video hoak tersebut adalah akun palsu.selama ini akunnya selalu berubah-ubah," ujar Nainggolan, kepada awak media, Selasa (19/3/2010).

Ia menjelaskan, kalua penangkapan itu dilakukan tidaklah mudah. Petugas harus bekerja dengan sangat keras dan menelusuri pertemanan di akun Facebook tersebut. Dari pertemanan itu ditelusuri, kemudian dijebak dan tersangka berhasil untuk diamankan. "Jadi menangkap tersangka yang kasusnya seperti itu, tidak mudah," ucap dia.

Nainggolan menyebutkan, saat ini tersangka UR telah berada di Polda Sumut, dan dilakukan penahanan. Penyidik masih menjalankan pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif tersangka menyebarkan video hoak yang menuding KPU Sumut berbuat curang."Kalau motifnya masih diselidiki Polda Sumut," kata mantan Kapolres Nias selatan itu.

Sebelumnya, KPU Sumut dan Medan melaporkan video hoak surat suara 01 sudah tercoblos ke Mapolda Sumut, Minggu (3/3). Laporan tersebut sudah dibuat karena video itu dianggap bisa menjadi provokasi dan menjelekkan nama baik KPU sebagai penyelenggar Pemilu. Video Hoax tersebut diketahui diposting oleh akun Facebook atas nama Muhammad Adrian dan Kusmana. Dalam postingannya, Adrian menambahi keterangan yang bernada provokatif. "Memang keparat KPU Sumut, surat suara sudah tercoplos 01 semua," ujar Adrian dalam postingannya.




Sumber: akurat.co

Wow! Adanya Bocoran mengenai Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL

Sumber: Google
Dua smartphone yang berada dikelas menengah (mid-range) sudah dipersiapkan oleh raksasa dari Mountain View. Menurut bocoran dari Leaks@91mobile, Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL merupakan produk pertama yang dikeluarkan Google yang menggunakan Android Q.

Sebuah klaim menyebut bahwa Google Pixel 3a memiliki layar OLED 5,6 inci. Dengan resolusinya 2,220 × 1,080 piksel. Sementara, Pixel 3a XL memiliki layar 6 inci.

Selain dua warna klasik Clearly White dan Just Black, smartphone akan segera meluncurkan warna dan varian ketiganya dalam waktu yang cukup dekat.

Kabarnya, dua ponsel keluaran Google ini akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 670, RAM 4GB, kamera depan sudut lebar 8 megapiksel, kamera belakang 12 megapiksel dan baterai 3.000 mAh.

Masih belum ada antisipasi detail pada harga dan ketersediaan. Jadi tetap disini untuk informasi lebih lanjut.



Sumber: akurat.co

Emak-Emak Di Riau Terciduk Sebagai Kurir Sabu

Sumber: Google
Seorang ibu rumah tangga di Riau ternyata selama ini sudah menjadi kurir Narkoba jenis Sabu. Sebanyak lima kilogram Sabu dibawa oleh Syamsiah saat sedang menumpang becak motor atau bentor di Jalan Lintas Sumatera, Riau pada Minggu (17/3/2019) lalu.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap keikut sertaan seorang ibu rumah tangga dalam kasus tersebut. Kasus dengan jumlah pelaku mencapai enam orang merupakan jaringan Narkoba Malaysia-Dumai-Medan-Aceh- Jakarta.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Sabu dikirim dari Malaysia ke Aceh melewati jalur laut, selanjutnya didistribusikan ke beberapa daerah.

"(Modus) menyuruh kurir ibu rumah tangga dan menggunakan travel agar tidak dicurigai serta luput dari perhatian atau pemeriksaan petugas," ujar Arman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

 
Syamsiah bersimpuh disamping barang bukti narkoba yang berusaha diselundupkan ke sejumlah wilayah, Dumai, Riau, Minggu (17/3/2019) | ISTIMEWA
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Arman bersama Syamsiah, Adi, dan Harianto berangkat dari Medan menuju Dumai pada Sabtu 16 Maret 2019 sore untuk mengambil paket Narkoba di tangan Hamdi. Hamdi kemudian memberikan Sabu dari Malaysia itu sebanyak 9 bungkus dengan berat total sekitar 9 kilogram.

Oleh Arman, paket Sabu itu kemudian dibagikan untuk segera didistribusikan. Syamsiah menerima tugas untuk membawa lima bungkus Sabu seberat sekitar 5 kilogram. Dia kemudian menuju ke sebuah travel dengan menumpang becak motor atau bentor.

Sementara empat bungkus Sabu lainnya sudah disimpan di dalam mobil yang ditumpangi Arman cs. Mereka berhasil ditangkap saat dalam perjalanan. Saat ini, BNN masih melakukan pengembangan terkait pengungkapan kasus tersebut.

"Menurut keterangan para tersangka, narkotika itu akan dibawa ke Medan sebanyak 5 kilogram dan ke Jakarta 4 kilogram," tutur Arman.


Sumber: akurat.co

Facebook Akhirnya Ubah Kebijakan Iklan, Karena Kerap Dituduh Diskriminatif

Sumber: Google

Iklan yang ada dijejaring sosial Facebook sering mendapat sorotan karena dinilai diskriminatif. Hal tersebut karena adanya penargetan iklan kepada penggunanya didasari oleh golongan masyarakat tertentu. Baru-baru ini bahkan perusahaan media sosial besutan Mark Zuckerberg itu harus menjalani tuntutan hukum.

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (20/3), tuntutan dilayangkan oleh American Civil Liberties Union, sebuah organisasi non-profit, yang bergerak dalam memperjuangkan hak-hak sipil. Menghadapi permasalahan itu, Facebook tampaknya akan segera mengkahiri dan mengubah beberapa pilihan dari metode penargetan iklannya sebagai solusi.

Kelompok-kelompok seperti American Civil Liberties Union memang aktif dalam menyuarakan suaranya terhadap sesuatu yang memiliki potensi diskriminatif. Facebook sendiri memang menerapkan kebijakan iklan yang ditargetkan untuk pekerjaan, kredit, atau perumahan berdasarkan jenis kelamin, usia, atau kode pos.

Terkait hal ini, Facebook sudah mengonfirmasi bahwa kedepannya tidak akan lagi menargetkan iklan berdasarkan aspek-aspek di atas. American Civil Liberties Union juga menambahkan bahwa Facebook telah sepakat akan mematuhi undang-undang anti diskriminasi.



Sumber: akurat.co

Rinto Jual Film Porno Berakibat Fatal

Sumber: akurat.co

Rinto harus berurusan dengan kepolisian dan mendekam dibalik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama. Pria yang hanya sebagai warga Pademangan, Jakarta Utara itu ternyata sudah melakukan jual beli Film Porno menggunakan Hardisk Eksternal.

Pengungkapan dilakukan oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung pada Sabtu (16/3/2019) lalu di Jlan Sunter Paradise, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Kami mendapatkan informasi adanya penjualan Film Porno dengan menggunakan Hardisk Eksternal. Tindak lanjutnya dengan melakukan penyelidikan,”ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Moh Faruk Rozi, kepada awak media, Selasa (19/3/2019).

Laporan yang diterima polisi tertanggal Sabtu (9/3/2019) lalu. Baru pada Minggu (16/3) lalu polisi akhirnya berhasil menemukan penjual yang menjajakan Film Porno lewat media sosial.

“Ditangkap ya 16 Maret itu, ada barang bukti juga yang kita amankan,”jelas Faruk.

Pihak kepolisian pun sudah mengamankan barang bukti seperti, Hardisk Eksternal dengan kapasitas 1 TB, 1 buah handphone, uang tunai Rp 1 juta, dan tas slempang.




Sumber: akurat.co