![]() |
| Sumber: Google |
Iklan yang ada dijejaring sosial Facebook sering mendapat
sorotan karena dinilai diskriminatif. Hal tersebut karena adanya penargetan
iklan kepada penggunanya didasari oleh golongan masyarakat tertentu. Baru-baru
ini bahkan perusahaan media sosial besutan Mark Zuckerberg itu harus menjalani
tuntutan hukum.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (20/3), tuntutan dilayangkan
oleh American Civil Liberties Union, sebuah organisasi non-profit, yang
bergerak dalam memperjuangkan hak-hak sipil. Menghadapi permasalahan itu,
Facebook tampaknya akan segera mengkahiri dan mengubah beberapa pilihan dari
metode penargetan iklannya sebagai solusi.
Kelompok-kelompok seperti American Civil Liberties Union
memang aktif dalam menyuarakan suaranya terhadap sesuatu yang memiliki potensi
diskriminatif. Facebook sendiri memang menerapkan kebijakan iklan yang ditargetkan
untuk pekerjaan, kredit, atau perumahan berdasarkan jenis kelamin, usia, atau
kode pos.
Terkait hal ini, Facebook sudah mengonfirmasi bahwa
kedepannya tidak akan lagi menargetkan iklan berdasarkan aspek-aspek di atas.
American Civil Liberties Union juga menambahkan bahwa Facebook telah sepakat
akan mematuhi undang-undang anti diskriminasi.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar