![]() |
| Sumber: Google |
Langkah ekspansi GoJek di Filipina mengalami hambatan untuk
kedua kalinya. Hal ini dikarenakan lembaga transportasi Filipina memutuskan
untuk menolak memberikan lisensi kepada startup tersebut. GoJek dinilai masih
gagal memenuhi kriteria atas kepemilikan lokal di negara Filipina.
Menanggapi hal tesebut, Menteri Komunikasi dan Informatika
(Kominfo) Rudiantara mengatakan terus mendorong GoJek agar tetap bisa ekspansi
di Filipina.
"Pemerintah terus mendorong unicorn Indonesia mempunyai
footprint di internasional. Juga bukan hanya mendorong tapi melakukan
upaya-upaya sejauh pemerintah yang bisa dilakukan," kata Rudiantara usai
menghadiri Festival Teknologi Palapa Ring di Jakarta, Rabu (20/3).
Salah satu upaya yang dilakukan Rudiantara adalah melobi
koleganya di Filipina untuk membantu kelancara perizinan mengenai ekspansi
GoJek. Namun demikian, Rudiantara berpesan untuk tetap menghormati aturan atau
regulasi yang berlaku di Filipina
"Saya sudah bicara dengan kolega saya di sana tolong
bantu ini. Walau kita hormati aturan setempat. Sama dengan orang asing masuk ke
Indonesia kan harus menghormati aturan di Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya, kabar upaya GoJek untuk ekspansi pernah muncul ke
publik pada Januari lalu. Permasalahannya pun tetap sama, tentang kepemilikan
lokal.
Pasalnya, GoJek masuk melalui proposal yang diajukan
perusahaan transportasi Filipina yaitu Velox Technology Philippines. LTFRB
kemudian menolak proposal pada 20 Desember 2018.
Dilansir dari Rappler, Rabu (9/1) pihak LTFRB mengatakan,
pimpinan komite pra-akreditasi, Semuel Jardin telah mengonfirmasi kalau
proposal Velox tersebut telah ditolak. Namun, Jardin pun mempersilakan Velox
untuk mengajukan banding atas keputusannya. Keputusan tersebut juga disetujui
oleh sang Ketua Regulator, Martin Delgra karena telah mengikuti peraturan
konstitusi Filipina.
Adapun peraturan konstitusi tersebut mensyaratkan hanya warga
negara Filipina atau perusahaan dengan 60 persen kepemilikan lokal yang bisa
mengoperasikan utilitas publik.
Sementara itu, di Filipina sudah ada Grab yang telah
mendominasi sebagai perusahaan ride-hailing. Adapun perusahaan ride-hailing
lokal yaitu MiCab, Hirna, Hype, Owto, GoLag dan Snappy Cab. Ini artinya, GoJekakan bersaing ketat dengan Grab dan perusahaan lokal Filipina.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar