![]() |
| Sumber: Google |
Bedak tabur bayi merupakan salah satu produk yang paling
sering dipakai dalam perawatan si kecil. Banyak juga manfaat yang didapat dari
bedak tabur seperti membuat kulit bayi agar tetap kering, halus dan wangi.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 92% bayi
Indonesia masih menggunakan bedak tabur bayi setelah mandi, atau saat memakai
popok baru.
Tapi banyak juga yang belum tahu, kalua selama ini bedak
tabur bayi memiliki risiko yang tak baik untuk kesehatan si kecil. Hal ini
dikatakan oleh dr. Attila Dewanti Sp. A(K), dokter anak dari Rumah Sakit
Brawijaya Antasari.
"Bedak tabur bayi itu ada partikel-partikelnya yang
kalau dihirup sama bayi lama kelamaan bisa menganggu pernapasan. Akan ada
kelenjar lendir, dan kalau tertidur mudah bersin," katanya kepada
AkuratParenting, Rabu, (20/3).
Selain itu, menurutnya, lebih bahaya jika anak sejak kecil
sudah memiliki alergi.
"Kalau anak yang punya alergi itu lebih bahaya. Lebih
mudah terkena alergi bisa merangsang batuk pada anak nantinya, kalau terus
digunakan," lanjutnya.
Maka, ia menyarankan agar anak tak diberikan bedak bayi
tabur. Beralihlah pada produk berbentuk cairan.
"Dengan penggunaan dalam bentuk cairan, tentu lebih
aman. Tidak ada partikel yang masuk ke pernapasan anak," paparnya.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar